Direktur Utama  PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE), Siumin mengatakan bahwa perseroan telah berhasil mengurus lebih dari 5.000 proyek sampai dengan saat ini. Dengan demikian, dia berharap perusahaan akan menghasilkan exponential growth di tahun 2024.

“Kami akhirnya telah berhasil mencatatkan lebih dari 5.000 proyek yang sudah berjalan sampai saat ini dan diharapkan akan menghasilkan exponential growth tahun 2024 ini,” kata Siumin dalam seremoni pencatatan perdana saham SMLE di BEI, Rabu (10/1/2024).

Menurut Siumin, SMLE juga sudah mencatatkan kenaikan pendapatan yang luar biasa dengan rata-rata pertumbuhan double digit setiap tahun. Hal itu tercermin dari total laba yang diperoleh perusahaan semester I-2023 meningkat secara year on year (yoy) sebesar 49% dibandingkan dengan tahun 2022.

Di sisi lain, Siumin meminta agar para investor lebih memahami soal model bisnis mereka. Model bisnis SMLE dikatakan olehnya, berbeda dengan perusahaan perdagangan kimia pada umumnya. Perusahaannya berfokus pada produk-produk dengan karakteristik khusus.

Oleh karenanya, proses penjualan memerlukan waktu setidaknya enam bulan. Bahkan, ada juga beberapa proyek mereka yang memakan waktu dua tahun.

“Hal ini disebabkan adanya berbagai tahapan produk yang cukup memakan waktu, mulai dari kelengkapan dokumen, formulasi-formulasi, aplikasi ke produk, pengetesan prototype hingga trial production dan mass production,” jelas Siumin.

Oleh karena itu, lanjut Siumin hal tersebut menciptakan tingkat kesulitan yang tinggi untuk masuk ke dalam bisnis ini.

Namun setelah proyek berjalan, bahan baku SMLE akan sulit sekali digantikan dan menciptakan ketergantungan pasokan yang lama.

“Untuk itu, demi keberlangsungan perseroan, tim penjualan kami terdiri dari para ilmuan seperti dokter, ahli kimia, ahli gizi, ahli pangan, apoteker yang bekerja sama dengan para peneliti dari mitra strategis dan pelanggan setia,” ucapnya.

Sebelumnya, PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk, perusahaan yang bergerak dalam perdagangan bahan baku kimia khusus resmi melakukan initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

Perusahaan yang melantai dengan kode saham SMLE tersebut berperan penting untuk pembuatan produk-produk kosmetika, makanan-minuman, dan kimia industri.

Sumber : beritasatu.com