Penerapan rekayasa dan teknologi menjadi kunci utama dalam pencapaian misi ibu kota negara (IKN) sebagai superhub untuk pengembangan kluster ekonomi dan kluster pendukungnya. Pengembangan keenam kluster ini didasarkan pada peningkatan daya saing sektor-sektor yang sudah berkembang di Kalimantan Timur seperti sektor maju yang berorientasi teknologi tinggi dan sektor industri berkelanjutan.

Sebagaimana tercantum dalam Lampiran II Undang-undang 3 Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara, IKN sebagai superhub terdiri atas 6 kluster ekonomi dan kluster pendukung. Keenam kluster ekonomi tersebut mencakup Kluster Industri Teknologi Bersih, Kluster Farmasi Terintegrasi, Kluster Industri Pertanian Berkelanjutan, Kluster Ekowisata dan Wisata Kesehatan, Kluster Bahan Kimia dan Produk Turunan Kimia, serta Kluster Energi Rendah Karbon. Sementara itu, kluster pendukung terdiri atas Kluster Pendidikan Abad ke-21 dan Smart City, serta Pusat Industri 4.0.

Direktur Jenderal Ketahanan Perwilayahan dan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian, Eko S. A. Cahyanto mengungkapkan klaster ini tidak hanya mengembangkan teknologi canggih, tetapi juga berfokus pada dampak positif terhadap mobilitas sehari-hari yang mendukung gaya hidup berkelanjutan. 

“Pemerintah berkomitmen membuka peluang investasi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, guna mendukung perusahaan yang berinovasi dan berkontribusi pada perubahan positif dalam lingkungan industri,” kata Eko di Jakarta pada Kamis (28/12/2023).

Dalam konteks global, klaster ini memiliki peran penting dalam mendukung program net zero emission (NZE) yang diakselerasi pemerintah menuju tahun 2050. Investasi asing dianggap sebagai faktor penting dalam mewujudkan potensi klaster ini, dan pemerintah berupaya memberikan regulasi yang mendukung serta ramah terhadap investasi.

“Perlunya terbuka terhadap investasi, tidak hanya terhadap penanaman modal dalam negeri namun juga terhadap penanaman modal asing untuk mewujudkan potensi klaster ini,” ungkapnya.

Dalam rangka mempromosikan keberlanjutan industri, Kemenperin menegaskan bahwa pengembangan Klaster Industri Teknologi Bersih di ibu kota negara tidak sekadar berfokus pada inovasi teknologi, melainkan juga menjadi sarana menciptakan produk yang berdampak positif pada lingkungan. Pemerintah optimis bahwa klaster ini akan menjadi contoh bagi pengembangan industri berkelanjutan dan berorientasi teknologi tinggi di kawasan Asia Tenggara.

Sementara itu, Kemenperin juga akan menyelenggarakan apresiasi Resilience and Sustainable Industry setiap tahun, memberikan peluang lebih besar bagi pelaku industri untuk berinovasi dan memberikan dampak positif yang lebih besar dalam mendukung keberlanjutan dan kemajuan industri di IKN. 

“Hal ini memberikan peluang lebih besar bagi pelaku industri untuk berinovasi dan memberikan dampak positif yang lebih besar dalam mendukung keberlanjutan dan kemajuan industri di Ibu Kota Negara,” pungkasnya.

Sumber : beritasatu.com