PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE), calon emiten bahan baku khusus atau specialty chemical, akan melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan melepas maksimal 465.625.000 saham atau 20% dari modal disetor.

Dengan kisaran harga IPO Rp 175 – Rp 190 per saham, perseroan berpotensi meraih dana segar sebanyak-banyaknya Rp 88,468 miliar.

“Sebagian besar dana IPO rencananya digunakan untuk pengembangan usaha,” kata Direktur Utama PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE), Siu Min dalam public expose IPO perseroan di Jakarta, Selasa (19/12/2023) dikutip Investor Daily.

Dia mengatakan dana IPO untuk pembelian bahan baku yang akan digunakan pada unit bisnis produk kosmetika, makanan dan minuman, serta kimia industri. Selain itu, untuk belanja modal melalui pembelian gudang yang membantu ekspansi bisnis perseron.

“Dana IPO juga akan digunakan untuk pengembangan riset dan pengembangan sehingga menghasilkan formulasi dan prototipe yang lebih cepat dan variatif untuk menunjang permintaan pelanggan terkait spesifikasi bahan baku yang dibutuhkan,” kata di.

IPO PT Sinergi Multi Lestarindo dalam masa penawaran awal (bookbuilding) pada 15-22 Desember 2023. Perkiraan masa penawaran umum pada 2-8 Januari 2024, dan pencatatan saham di BEI (listing) pada 10 Januari 2024.

PT Sinergi Multi Lestarindo mencatat pertumbuhan pendapatan rata-rata lebih 30% setiap tahunnya dalam 2 tahun terakhir. Untuk Juni 2023, perseroan mencatatkan pertumbuhan pendapatan 49,35% menjadi Rp 92,3 miliar dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 61,8 miliar.

Hary Herdiyanto, selaku direktur investment banking MNC Sekuritas sebagai penjamin emisi efek (underwriter) menambahkan SMLE memiliki beberapa keunggulan kompetitif, antara lain tim R&D yang melakukan inovasi berkelanjutan untuk menciptakan formula dan produk yang diterima pelanggan, diversifikasi industri pelanggan yang luas, serta performa keuangan yang baik.

Sumber : beritasatu.com