Sebanyak 31 perusahaan siap bertransformasi ke Industri 4.0 dengan mengintegrasikan semua lini produksi secara digital, sehingga bisa menekan biaya dan mendongkrak produktivitas. Perusahaan-perusahaan tersebut berasal dari sektor makanan minuman, kimia, otomotif, farmasi, petrokimia, elektronik, dan alat kesehatan.
“Saat ini kami terus memacu industri dalam negeri untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Kebijakan ataupun program yang berpihak pada kepentingan dalam negeri akan terus dioptimalkan,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Dody Widodo saat membacakan sambutan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada penganugerahan INDI 4.0, Lighthouse Industri 4.0 di Indonesia, dan Penghargaan Rintisan Teknologi Industri Tahun 2022 di Jakarta, Selasa (6/12/2022).
Dody menegaskan, Kemenperin akan terus mengawal perusahaan manufaktur untuk bertransformasi ke industri 4.0. Langkah itu salah satunya dilakukan melalui Making Indonesia 4.0 yang merupakan program pemerintah dalam menyiapkan Indonesia untuk menghadapi era industri digital 4.0.
“Kami berharap Making Indonesia 4.0 akan mempercepat pencapaian aspirasi menjadi negara 10 ekonomi terbesar di dunia pada 2030,” ujar dia.
Sebagai bentuk apresiasi pemerintah atas pencapaian transformasi Industri 4.0 guna meningkatkan daya saing industri nasional, Kemenperin menyerahkan Penghargaan INDI 4.0 Award kepada 31 perusahaan tersebut. Sejak 2019 penganugerahan INDI 4.0 award telah diberikan kepada 45 perusahaan dengan rincian lima perusahaan pada 2019, 13 perusahaan pada 2020, dan 27 perusahaan pada 2021. Sedangkan usulan calon penerima INDI 4.0 Award Tahun 2022 sebanyak 52 perusahaan.
Adapun 31 perusahaan penerima INDI 4.0 Award Tahun 2022 yaitu dari Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) sebanyak 14 perusahaan, Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronik (ILMTE) 10 perusahaan, dan Direktorat Jenderal Industri Agro (IA) sebanyak 6 perusahaan, serta Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) hanya satu perusahaan.
“Berdasarkan hasil self-assessement INDI 4.0 yang disampaikan perusahaan melalui SIINAS Kemenperin, kemudian dilanjutkan dengan verifikasi lapangan dan seleksi oleh tim penilai, maka telah dipilih 31 perusahaan sebagai penerima INDI 4.0 Award 2022,” ujar dia.
Berdasarkan laporan survei pada 27 Industri Champion INDI 4.0 pada 2021, perusahaan-perusahaan tersebut berhasil mencatatkan penurunan konsumsi energi 4-40 %, peningkatan produktivitas 5–22%, dan penuruan cost production 3–78%. “Dengan didorong pemanfaatan transformasi ini, kita mampu mendukung industri Indonesia secara nasional untuk memenuhi penurunan emisi Gas Rumah Kaca sebesar 2.804.957 TonCO2e atau setara 102% dari target national determined contribution untuk 2022,” ungkap dia.
Pada kesempatan itu, diberikan pula anugerah Lighthouse Industri 4.0 di Indonesia untuk perusahaan yang dipilih dan dinilai mampu menjadi percontohan (role model) bagi industri lainnya dalam transformasi dan implementasi teknologi Industri 4.0 yang memberikan dampak finansial, operasional, dan teknologi, serta bertindak sebagai mercusuar (lighthouse). Perusahaan tersebut bertanggungjawab memandu industri lainnya dalam implementasi teknologi Industri 4.0.
Kemenperin juga memberikan penghargaan Rintisan Teknologi Industri Tahun 2022, yang merupakan salah satu bentuk apresiasi pemerintah kepada pelaku industri nasional atas upaya dan dedikasi dalam menghasilkan rintisan teknologi industri secara mandiri. Pada 2022, terdapat 28 perusahaan dengan total 40 judul rintisan teknologi industri yang mendaftarkan diri sebagai peserta seleksi Penghargaan Rintek Tahun 2022.
Sumber : Investor.id
