Industri kimia memegang peranan penting dalam perekonomian global. Bidang ini juga berperan sebagai pemasok utama bahan baku yang mendukung sektor-sektor vital seperti manufaktur, pertanian, farmasi, energi dan teknologi.
Untuk memperkuat pengembangan sektor kimia yang berkelanjutan, PT Shan Hai Map akan menggelar Indonesia Chemical Industry Investment Summit 2024. Kegiatan yang akan berlangsung pada 18 November mendatang akan mempertemukan para pengusaha serta perusahaan dari Indonesia dan Tiongkok.
Lina, Manager PT Shan Hai Map mengatakan, acara ini digelar untuk memperkuat sinergi industri investasi dan pemerintah dalam mengembangkan sektor kimia. Pihaknya berkomitmen untuk menjadi penghubung strategis dalam memperkuat kerjasama global.
“Diantara dengan pengalaman selama 7 tahun di Indonesia, kami berharap bisa mendorong sinergi Global yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan inovasi baru di sektor kimia,” ujar Lina dalam keterangan resminya, Kamis (31/10/2024).
Menurutnya, melalui kolaborasi saat ini pihaknya percaya industri kimia dapat menjadi katalisator penting dalam menciptakan solusi inovatif yang ramah lingkungan dan berkontribusi pada perkembangan ekonomi global di masa depan.
“Indonesia chemical industri investment Summit 2024 diharapkan menjadi langkah besar dalam menjawab kebutuhan pasar, baik dari segi inovasi maupun keberlanjutan, sehingga industri kimia dapat terus berkembang secara positif dan berkelanjutan,” katanya.
Dalam rantai pasok global, industri kimia menyediakan bahan dasar yang sangat diperlukan dalam produksi berbagai barang. Misalnya, sektor otomotif membutuhkan produk kimia seperti cat, plastik, dan karet sintetis untuk komponen kendaraan. Di sektor pertanian, pupuk dan pestisida menjadi krusial untuk meningkatkan hasil panen.
Seiring berkembangnya industri kimia, muncul pula tantangan dalam hal keberlanjutan. Industri ini menghadapi tekanan untuk mengelola limbah dan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan selama proses produksi. Sebagai respons, perusahaan-perusahaan kimia global kini semakin gencar berinvestasi pada teknologi ramah lingkungan, seperti bahan daur ulang, energi hijau, dan teknologi produksi bersih.
Tak hanya perusahaan, pemerintah dan regulasi internasional juga berperan besar dalam mendorong transisi ke ekonomi sirkular dan target emisi nol bersih (net-zero). Inisiatif ini memacu terciptanya proses produksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Investasi di sektor kimia terus meningkat, terutama di kawasan Asia Pasifik yang menjadi pasar terbesar, termasuk di negara-negara seperti Tiongkok, India, dan Indonesia. Pertumbuhan industri ini didorong oleh kebutuhan industri domestik dan pembangunan infrastruktur yang pesat.
Selain itu, sektor kimia mulai mengadopsi teknologi digital seperti otomasi, Internet of Things (IoT), dan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing, mengoptimalkan produksi, serta memantau keberlanjutan dengan lebih baik.
Sumber : rri.co.id
