Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang mencatat bahwa sektor industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi menjadi penyumbang investasi terbesar dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA) sepanjang tahun 2024. Investasi dari sektor ini turut berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja lokal yang mencapai ratusan orang.
Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Muhammad Aspiannur, mengungkapkan, dari total realisasi investasi PMDN di Kota Bontang, sektor industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi mendominasi dengan nilai investasi sebesar Rp 2,18 triliun atau 85,07 persen dari total PMDN. Kontribusi besar ini menunjukkan, sektor industri masih menjadi tulang punggung utama investasi di Bontang.
Sementara itu, dari sisi PMA, industri lainnya mencatat investasi terbesar dengan nilai Rp 96,26 miliar atau 69,12 persen dari total PMA. Disusul oleh industri makanan yang mencapai Rp 35,08 miliar atau 25,19 persen. Sektor tersebut terus berkembang seiring dengan meningkatnya permintaan pasar dan masuknya investor asing yang melihat potensi Bontang sebagai lokasi industri strategis.
Selain sektor industri kimia dan makanan, usaha jasa lainnya juga berkontribusi cukup besar terhadap total investasi di Bontang, dengan nilai Rp 140,03 miliar atau 5,54 persen. Sementara sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran mencatat investasi Rp 77,65 miliar atau 3,02 persen.
Di sektor PMDN lainnya, perdagangan dan reparasi mencatat investasi sebesar Rp 49,54 miliar atau 1,93 persen, sedangkan sektor konstruksi mencapai Rp 44,45 miliar atau 1,73 persen. Kedua sektor tersebut turut mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan berbagai proyek pembangunan dan pengembangan infrastruktur di Kota Bontang.
Dalam hal penyerapan tenaga kerja, industri di Kota Bontang berhasil menyerap total 987 tenaga kerja Indonesia (TKI) sepanjang tahun 2024. Dari jumlah tersebut, 475 tenaga kerja terserap di sektor PMDN, sementara 512 tenaga kerja terserap di sektor PMA.
“Kalau industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi menyerap tenaga kerja paling banyak, dengan 475 tenaga kerja dari PMDN dan 512 tenaga kerja dari PMA,” bebernya kepada awak media ini, Senin (17/2/2025).
Selain itu, sektor perhotelan dan restoran juga turut memberikan lapangan pekerjaan, meskipun dalam jumlah lebih kecil. Tercatat 37 tenaga kerja terserap di sektor ini, dengan nilai investasi mencapai Rp 647,5 juta atau 0,46 persen dari total investasi PMA.
Merujuk dari itu, pertumbuhan investasi di Kota Taman (julukan Kota Bontang) ini menunjukkan tren positif, baik dari sektor PMDN maupun PMA.
“Kami akan terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif, serta mendorong investasi yang dapat meningkatkan lapangan kerja bagi masyarakat Bontang,” tuturnya.
Dengan dominasi sektor industri dan meningkatnya investasi di berbagai bidang, ia optimistis, Kota Bontang akan terus berkembang sebagai salah satu pusat industri utama di Kalimantan Timur.
Sumber : Bekesah.co
