Investasi sektor industri tekstil dan produk tekstil (TPT) di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat mengalami kelesuan pada 2023 ini. Di antara sektor lain, investasi TPT di wilayah ini paling kecil.  

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono mengatakan, nilai investasi sektor industri tekstil per semester I 2023 hanya Rp 670 juta. “Sektor industri ini paling kecil dibandingkan sektor lainnya, masuk ke dalam investasi paling kecil,” kata Dede di Kabupaten Cirebon, Jumat (15/9/2023).

Pemerintah Kabupaten Cirebon tidak merekomendasikan perluasan industri tekstil di Kabupaten Cirebon bagian timur mengingat di wilayah itu minim pasokan air baku. Padahal industri tekstil banyak menggunakan air dalam operasionalnya karena digunakan sebagai pelarut pewarna dan bahan kimia, persiapan mentransfer cat dan bahan kimia ke kai serta untuk deterjen dan cairan pencuci. “Ini membutuhkan banyak air, pada saat yang sama, pasokan air baku saat ini terbatas, lupakan industri, kebutuhan masyarakat belum terpenuhi,” kata Dede.

Dede mengatakan pemerintah masih menunggu investor industri lain mempertimbangkan ekspansi ke daerahnya. Pasalnya, ujung timur Jawa Barat ini merupakan bagian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Metropolitan Rebana. Sebagai gambaran, Rebana Metropolitan merupakan kawasan industri dan perkotaan baru di Jabar yang wilayahnya berada di utara/timur laut Provinsi Jabar meliputi tujuh daerah, yakni Kabupaten Sumedang, Majalengka, Cirebon, Subang, Indramayu, Kuningan, serta Kota Cirebon.

Dede mengatakan, pemerintah daerah mengharapkan investor mengembangkan industri padat karya di Kabupaten Cirebon. Tujuannya, untuk menarik lebih banyak tenaga kerja lokal. “Kami ingin industri yang benar-benar padat karya. Namun, ini tidak berarti kita mengecualikan industri padat modal atau padat teknologi,” kata Dede.

Dede mengatakan, saat ini beberapa industri padat karya mulai bermunculan di Kabupaten Cirebon, khususnya di bagian timur, sepertri industri pengolahan dan makanan.

Menurut Dede, jika semua investor berinvestasi mengembangkan industri padat karya, maka pertumbuhan ekonomi akan meningkat dan minat penduduk bekerja di luar daerah berkurang. “Ekonomi Kabupaten Cirebon perlu tumbuh. Namun, industri padat karya di sini harus menyesuaikan dengan kondisi sosial dan lingkungan masyarakat,” kata Dede.

Sumber : beritasatu.com