PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) menegaskan komitmen dalam mendukung hilirisasi industri sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia. Komitmen itu terwujud lewat transformasi, dengan memperluas cakupan bisnis dari petrokimia ke sektor industri kimia dan infrastruktur.

Direktur Sumber Daya Manusia dan Hubungan Korporat Chandra Asri Group, Suryandi menyampaikan, transformasi bisnis ini menjadi langkah strategis perseroan untuk memperkuat posisi sebagai mitra strategis di sektor industri kimia dan infrastruktur di Indonesia.

“Transformasi (ke industri kimia dan infrastruktur) ini mendukung core bisnis kami, petrokimia. Ini tentu saja meningkatkan dari segi bisnis atau bidang usaha Chandra Asri, dan tentu saja akan mendukung perekonomian nasional Indonesia,” ungkap Suryandi, dalam media workshop bertajuk ‘Hilirisasi pada Sektor Industri Kimia dan Peran Sektor Infrastruktur sebagai Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Indonesia’, di Bandung, Kamis (29/2/2024).

Sejalan dengan komitmen Chandra Asri Group dalam mendukung hilirisasi industri tanah air, Suryandi mengatakan, perseroan juga melakukan diversifikasi bisnis.

Di awal tahun 2023, Chandra Asri Group mengakuisisi PT Krakatau Daya Listrik yang kini menjadi PT Krakatau Chandra Energi dan PT Krakatau Tirta Industri di sektor infrastruktur melalui anak usahanya PT Chandra Daya Investasi (CDI).

“Di bawah PT Chandra Daya Investasi (CDI), nantinya akan ada lini bisnis energi, listrik, air dan dalam waktu dekat akan ada lini bisnis untuk jetty dan tank farm. Jadi Chandra Asri Group akan mengembangkan masuk ke dalam industri jasa penyediaan pengelolaan pelabuhan dan kebutuhan ekspor dan impor,” jelasnya.

Kemudian, di akhir tahun 2024 ini, perseroan juga akan membangun Pabrik Chlor-Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) melalui anak usahanya, PT Chandra Asri Alkali untuk memperluas sektor kimia.

Selain itu, Chandra Asri juga meneruskan komitmennya untuk membangun kompleks petrokimia kedua berskala global (CAP2) sebagai upaya mengurangi beban impor di tanah air.

“Supaya Indonesia menghemat devisa dan meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) agar industri hilirisasi nantinya mendapatkan manfaat dari pengembangan ini. Jadi, sangat-sangat mendukung pertumbuhan perekonomian nasional Indonesia,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Legal, Hubungan Eksternal, dan Ekonomi Sirkular Chandra Asri Group, Edi Riva’i menambahkan, perluasan bisnis sektor kimia ini diharapkan dapat mensubstitusi ketergantungan terhadap produk impor serta memaksimalkan utilisasi industri dalam negeri.

“Sehingga, Indonesia dapat maksimal terhindar dari serangan global yaitu adanya banjir barang impor, khususnya mengenai barang baku dan barang jadi,” terang Edi.

Begitu pun dengan penambahan portofolio perseroan di sektor infrastruktur, fasilitas yang akan dibangun dan telah dibangun Chandra Asri di lini bisnis energi, listrik, air, jetty dan tank farm pada saat ini dan masa mendatang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan industri tanah air.

Lebih lanjut, Edi berujar, perluasan cakupan bisnis industri kimia dan infrastruktur ini juga dapat meningkatkan lapangan kerja dan memperluas kesempatan kerja bagi tenaga kerja di Indonesia.

Sumber : beritasatu.com