Kinerja keuangan tahun buku September 2023 telah berakhir dan ditutup dengan kinerja beragam dari emiten-emiten yang terdaftar di BEI. Berdasarkan laporan keuangan dari 25 emiten barang kimia yang dihimpun Dataindonesia.id, berikut daftar 8 emiten kimia dengan perolehan laba bersih terbesar sepanjang kuartal III/2023:

AVIA

Jika dilihat dari nominal perolehan laba bersih per September 2023, PT Avia Avian Tbk. (AVIA) tercatat paling perkasa di antara emiten industri barang kimia dengan mencetak keuntungan Rp1,14 triliun. Laba bersih tersebut mengalami kenaikan 5,56% (yoy) dari sebelumnya sebesar Rp1,08 triliun per September 2022.

BRPT

Lalu ada PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang berada di urutan kedua dengan meraup laba bersih senilai Rp555,16 miliar. Jumlah laba bersih AVIA per September 2023 tersebut melonjak 222,63% (yoy) dari sebelumnya Rp172,08 miliar.

SAMF

Di posisi ketiga ada PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk. (SAMF) dengan perolehan laba bersih sebesar Rp344,35 miliar. Jumlah tersebut meningkat 56,17% (yoy) dari sebelumnya Rp220,50 miliar.

UNIC

Lalu PT Unggul Indah Cahaya Tbk. (UNIC) mencatatkan laba bersih Rp242,57 miliar sepanjang Januari-September 2023. Namun perolehan tersebut lebih rendah 55,00% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp539,07 miliar.

ESSA

Di posisi kelima ada PT Surya Esa Perkasa Tbk. (ESSA) yang membukukan laba bersih sebesar Rp151,25 miliar. Jumlah laba bersih ESSA juga turun signifikan 90,51% (yoy) dari sebelumnya Rp1,59 triliun.

AGII

Adapun di posisi keenam ditempati oleh PT Samator Indo Gas Tbk. (AGII) yang mencetak laba bersih Rp110,98 miliar sepanjang kuartal III/2023. Nilainya lebih tinggi 57,67% (yoy) dari sebelumnya Rp70,39 miliar.

LTLS

Selanjutnya, PT Lautan Luas Tbk. (LTLS) membukukan laba bersih Rp83,44 miliar per September 2023. Nilainya merosot 68,03% (yoy) dari sebelumnya Rp261,00 miliar per September 2022.

BMSR

Sementara, di posisi terakhir delapan besar ada PT Bintang Mitra Semestaraya Tbk. (BMSR) yang mencetak laba bersih sebesar Rp78,73 miliar. Perolehan tersebut juga menurun 77,43% (yoy)   dari sebelumnya sebesar Rp348,83 miliar. Sebagai catatan, rekapan kinerja emiten industri kimia ini disetarakan dalam mata uang rupiah dengan kurs nilai tukar Rp15.487/US$ per September 2023 dan Rp15.232/US$ per September 2022.

Sumber : dataIndonesia